Minggu, 22 Januari 2017

Ban Cacing
Semakin Cepat Semakin Dekat”

                Kita tahu di dalam ilmu fisika tepat nya dalam hukum newton ke 3 yang berbunyi “setiap benda yang diberi gaya akan menghasilkan gaya balik yang sama namun berlawanan arah”. Sekarang bayangkan jika cc motor berbanding lurus dengan tebal ban dan apa yang terjadi jika merubah ukuran ban standart pabrik dengan yang lebih kecil? Apa yang akan terjadi ? semua itu cocok dengan perumpamaan “Semakin Cepat Semakin dekat”. Dekat apa? Dekat dengan ajal jawabnya.
                Maraknya modifikasi motor menjadi peristiwa yang hangat di bicarakan saat ini. Memodifikasi sendiri tidak salah namun harus tau penempatan motornya. Kita tahu bahwa penggunaan ban cacing di khususkan untuk ajang balap drag race yang lintasannya hanya berupa jalan lurus. Bagaimana jika ban ini di gunakan dijalan sehari-hari dengan kontur jalan indonesia yang tidak rata ? apakah aman jika mengunakan ban ini di jalan yang memiliki tingungan yang tajam? Berikut ini penjelasannya
1.     Semakin besar cc motor maka besar pula diameter ban nya
Kalo kita ngomongin cc dari motor maka yang terlintas di benak kita adalah kecepatan. Lalu mengapa ban motor dengan cc bisa di bilang saling terikat? Besar ban dibuat oleh engineer untuk menyeimbangkan laju motor. Kita analogikan, misal kita memiliki ninja 250 dengan ban bawaan pabrik bermesin normal dengan ninja 250 dengan ban kecil bermesin normal. Mungkin motor dengan ban lebih kecil lebih cepat namun saya pastikan tidak seibang dan membuat anda terpelanting. Ban ukuran normal diciptakan dengan perhitungan matang oleh engineer motor itu sendiri supaya tidak mengurangi kecepatan motor serta dapan menstabilkan motor ketika berjalan dengan kecepatan yang agak tinggi.
2.     Lebar ban berpengaruh terhadap gesekan pada tikungan
Di ilmu fisika dikenal 2 gaya. Yang pertama gaya sentripetal yaitu gaya yang mengarah langsung ke pusat lingkaran. Yang kedua gaya sentrifugal yaitu gaya semu yang menjauhi pusat lingkaran. Kita lihat bahwa ban bawaan di desain matang oleh seorang engineer. Permukaan nya yg lebar dibuat untuk mengikat gesekan pada saat berbelok supaya tidak terpelanting.

Dapat kita lihat dari gambar diatas, terdapat rumus gaya gesek dimana ban sangat memegang kendali. Ban berfungsi mengikat gesek ketika gaya normal sepeda motor berupah menjadi diagonal atau miring. Sisi ban yang tadinya tidak terkena gaya gesek ketika berjalan lurus menjadi pemegang kendali ketika tikungan. Lalu bagaimana dengan ban kecil?  Karena ban kecil memiliki sisi yang tipis maka di pastikan motor akan terpelanting jika kecepatan dan kemiringan motor diluar ambang batas gesek sisi samping ban motor tersebut.
3.     Ban cacing dapat merusak velg motor
Sebagai warga negara indonesia kita tahu bahwa kontur jalan indonesia tidak rata dan berlubang. Jika kita menggunakan ban cacing untuk sehari –hari resiko untuk merusak velg motor pun besar. Secara tidak sadar kendaraan yang kita naiki biasanya masuk kedalam jalan yang berlubang sehingga ban secara mendadak terbentur. Untuk ban bawaan benturan itu sedikit diredam sehingga mengurangi getaran ke arah velg motor. Lalu jika ban cacing? Ban cacing di desain secara tipis bermaksud mengurangi beban ban pada saat balapan. Maka ketika ban cacing jatuh kedalam jalan yang berlubang, ban tidak meredam benturan tadi sehingga resiko untuk velg yang patah semakin besar.

Dari fakta yang saya uraikan diatas tadi dapat diambil kesimpulan bahwa pemakaian ban cacing yang tidak semestinya dapat membahayakan jiwa anda maupun orang lain karena resiko kecelakaan semakin besar. Ban bawaan sendiri sudah melewati bebarapa tes dan melalui perhitungan matang dari engineer sebelum dipasang. Sebelum anda mengganti ban anda berfikir lah lebih matang apa yang akan terjadi pada anda.


PENULIS : FEISAL ADRI W


1 komentar: