Ban Cacing
“Semakin Cepat Semakin Dekat”
Kita
tahu di dalam ilmu fisika tepat nya dalam hukum newton ke 3 yang berbunyi “setiap benda yang diberi gaya akan
menghasilkan gaya balik yang sama namun berlawanan arah”. Sekarang bayangkan
jika cc motor berbanding lurus dengan tebal ban dan apa yang terjadi jika
merubah ukuran ban standart pabrik dengan yang lebih kecil? Apa yang akan
terjadi ? semua itu cocok dengan perumpamaan “Semakin Cepat Semakin dekat”. Dekat
apa? Dekat dengan ajal jawabnya.
Maraknya
modifikasi motor menjadi peristiwa yang hangat di bicarakan saat ini. Memodifikasi
sendiri tidak salah namun harus tau penempatan motornya. Kita tahu bahwa
penggunaan ban cacing di khususkan untuk ajang balap drag race yang lintasannya
hanya berupa jalan lurus. Bagaimana jika ban ini di gunakan dijalan sehari-hari
dengan kontur jalan indonesia yang tidak rata ? apakah aman jika mengunakan ban
ini di jalan yang memiliki tingungan yang tajam? Berikut ini penjelasannya
1.
Semakin
besar cc motor maka besar pula diameter ban nya
Kalo kita ngomongin cc dari motor maka
yang terlintas di benak kita adalah kecepatan. Lalu mengapa ban motor dengan cc
bisa di bilang saling terikat? Besar ban dibuat oleh engineer untuk
menyeimbangkan laju motor. Kita analogikan, misal kita memiliki ninja 250
dengan ban bawaan pabrik bermesin normal dengan ninja 250 dengan ban kecil
bermesin normal. Mungkin motor dengan ban lebih kecil lebih cepat namun saya
pastikan tidak seibang dan membuat anda terpelanting. Ban ukuran normal
diciptakan dengan perhitungan matang oleh engineer motor itu sendiri supaya
tidak mengurangi kecepatan motor serta dapan menstabilkan motor ketika berjalan
dengan kecepatan yang agak tinggi.
2.
Lebar
ban berpengaruh terhadap gesekan pada tikungan
Di ilmu fisika dikenal 2 gaya. Yang pertama
gaya sentripetal yaitu gaya yang mengarah langsung ke pusat lingkaran. Yang kedua
gaya sentrifugal yaitu gaya semu yang menjauhi pusat lingkaran. Kita lihat
bahwa ban bawaan di desain matang oleh seorang engineer. Permukaan nya yg lebar
dibuat untuk mengikat gesekan pada saat berbelok supaya tidak terpelanting.
Dapat kita lihat dari gambar diatas, terdapat rumus gaya gesek dimana
ban sangat memegang kendali. Ban berfungsi mengikat gesek ketika gaya normal
sepeda motor berupah menjadi diagonal atau miring. Sisi ban yang tadinya tidak
terkena gaya gesek ketika berjalan lurus menjadi pemegang kendali ketika
tikungan. Lalu bagaimana dengan ban kecil? Karena ban kecil memiliki sisi yang tipis maka
di pastikan motor akan terpelanting jika kecepatan dan kemiringan motor diluar
ambang batas gesek sisi samping ban motor tersebut.
3.
Ban cacing
dapat merusak velg motor
Sebagai warga negara indonesia kita
tahu bahwa kontur jalan indonesia tidak rata dan berlubang. Jika kita
menggunakan ban cacing untuk sehari –hari resiko untuk merusak velg motor pun
besar. Secara tidak sadar kendaraan yang kita naiki biasanya masuk kedalam
jalan yang berlubang sehingga ban secara mendadak terbentur. Untuk ban bawaan
benturan itu sedikit diredam sehingga mengurangi getaran ke arah velg motor. Lalu
jika ban cacing? Ban cacing di desain secara tipis bermaksud mengurangi beban
ban pada saat balapan. Maka ketika ban cacing jatuh kedalam jalan yang
berlubang, ban tidak meredam benturan tadi sehingga resiko untuk velg yang
patah semakin besar.
Dari fakta yang saya uraikan diatas
tadi dapat diambil kesimpulan bahwa pemakaian ban cacing yang tidak semestinya
dapat membahayakan jiwa anda maupun orang lain karena resiko kecelakaan semakin
besar. Ban bawaan sendiri sudah melewati bebarapa tes dan melalui perhitungan
matang dari engineer sebelum dipasang. Sebelum anda mengganti ban anda berfikir
lah lebih matang apa yang akan terjadi pada anda.
PENULIS : FEISAL
ADRI W



