Minggu, 11 Desember 2016

ABORSI
            Pergaulan bebas adalah masalah utama remaja saat ini, banyak remaja yang berubah 180 derajat karena pergaulan bebas. Dampak negatif pun bermunculan dan salah satunya adalah seks bebas. Fenomena ini menyebabkan angka aborsi di Indonesia meningkat, aborsi sendiri dipilih sebagai jalan pintas agar terhindar dari kehamilan yang tidak diinginkan ataupun masalah sosial yang nantinya akan muncul.
            Sebagai manusia yang bijak, aborsi ilegal (tanpa alasan yang jelas) adalah suatu kejahatan karena telah menggagalkan kehidupan sebuah janin yang seharusnya dapat hidup. Mereka melakukan aborsi karena belum siap untuk memiliki seorang anak dan tekanan sosial yang muncul seperti, malu karena hamil di luar nikah ataupun tidak bisa membiayai anak tersebut.
            Menurut pandangan semua agama, menghilangkan secara sengaja suatu kesempatan hidup seseorang adalah perbuatan keji. Agama Islam mengajarkan bahwa melakukan aborsi tanpa alasan yang jelas adalah perbuatan dosa. Larangan ini diperkuat dengan dalil Surat Al-Israa yang isinya, “Janganlah engkau membunuh jiwa yang diharamkan kecuali dengan alasan yang benar”.
            Di dunia kesehatan, aborsi memiliki dampak yang sangat buruk bagi fisik maupuk psikologi yang melakukan, salah satu contoh efek yang ditimbulkan aborsi bagi fisik adalah  Traumatik otot rahim yang akan menyebabkan rasa sakit yang intensif meski sudah lama melakukan aborsi tersebut. Menurut sebuah studi dilaporkan dalam birthmothers.org sekitar 85% wanita yang melakukan aborsi akan mengalami penyesalan mendalam, duka yang berlarut-larut dan kekecewaan pada diri sendiri, 35% diantaranya mengalami keadaan psikologi yang lebih buruk dan cenderung bersifat Self Destructive. Karena para wanita yang pernah melakukan aborsi memiliki tingkat Self Destructive yang tinggi maka prilaku Suicidal sangat mungkin berkembang. Di dunia kedokteran dikenal beberapa kode etik dan salah satunya menyinggung tentang aborsi, “Dokter tidak boleh menangani kasus aborsi tanpa alasan yang pasti”. Begitulah bunyi kode etik tersebut.
            Aborsi juga dilarang oleh hukum, aborsi boleh dilakukan jika bersangkutan dengan nyawa sang ibu. Negara Indonesia mengatur aborsi dalam beberapa pasal yaitu, KUHP Pasal 299, 347, 348, 349, 535. Di dalam pasal ini dapat dirumuskan kesimpulan bahwa seorang wanita hamil jika melakukan aborsi tanpa alasan akan terkena 4 tahun  pidana dan jika ibu hamil tersebut meninggal dokter yang mengaborsi akan dipidanakan 15 tahun.

            Maka kesimpulan yang dapat diambil adalah, melakukan tindakan aborsi tanpa alasan yang benar merupakan suatu kesalahan yang besar, karena akan ada dampak yang sangat buruk bagi siapapun yang melakukannya.

Minggu, 04 Desember 2016

 Teman Baru



            Saya mempunyai teman baru, namya Ariandi Dwiana. Dia dari SMAN 4 Tangerang selatan. Ari tinggal di daerah kampong sawah. Sebelum masuk upj, Ari sangat ingin masuk UPI. Di upi Ari ingin mengambil jurusan Arsitektur namun takdir berkata lain. Ari pun masuk jurusan teknik sipil di UPJ. Ari gemar bermain Badminton. Sejak SMA Ari mengikuti ekskul Badminton

Sabtu, 03 Desember 2016

Kali Pertama
            Disuatu pagi yang cerah, sekelompok siswa SMP sedang berkumpul diluar kelas untuk mendengarkan informasi kepala sekolah mengenai festival musik sekolahku. Setiap kelas memiliki siswa dengan kemampuan musik yang unik. Guru seni pun memanggil nama-nama orang yang dibutuhkan dan saya ikut terpanggil bersama lima teman saya. Ternyata siswa yang dipanggil cukup banyak sehingga harus di seleksi lanjutan karena tidak semua nya bisa ikut. Setelah para kontestan yang akan di seleksi terkumpul, seleksi pun dimulai.
            Tiba giliran saya dipanggil oleh tim penyeleksi. Tim penilai menanyakan apa bakat saya. Saya menjawabnya tanpa ragu bahwa saya bisa bermain keyboard. Saya pun langsung unjuk kebolehan dengan bermain keyboard. Saya membawakan lagu “Fall For You” dari band “Secondhand Saranade”. Setelah tampil, tim penilai memberikan komentarnya. Tim penilai memberikan komentar yang cukup baik untuk saya dan saya pun lulus seleksi.
            Keesokan harinya saya menanyakan kepada 5 teman saya yang ikut seleksi. Ternyata mereka juga lolos. Tanpa pikir panjang kami pun langsung membuat band yang bernama “Lifemate” . band ini beranggotakan 2 orang gitaris, seorang drummer,satu orang sebagai basist,seorang sebagai vocalist dan saya sendiri sebagai keyboardis. Setelah menyusun anggota band, kami mendiskusikan aliran musik apa yang akan di ambil. Kami pun sepakat dengan aliran piano pop rock.
            Hari pun berjalan dengan cepat. Hari ini adalah hari bakat-bakat anak muda ditampilkan. Terlihat lapangan sekolahku sudah mulai penuh dengan penonton dan alat-alat musik sudah berjejer rapi siap dimainkan. Panitia pertunjukan mulai memeriksa perangkat audio apakah ada masalah atau tidak. Tepat pukul 09.00 acara dimulai. Acara festival kali ini dibuka oleh “Hijau Daun” dengan lagu andalannya “Suara Dengarkan”. Penonton pun riuh dan bernyanyi bersama. Kini saatnya band pertama tampil. Raut wajah gugup terlihat begitu mendominasi wajah mereka. Dengan pembawaan yang apik, mereka dapat mengatasi masalah tersebut dan tampil dengan luar biasa.
           
            Band demi band sudah tampil menghibur di acara festival ini. Kini saatnya band kami untuk tampil. Tanpa ragu kami langsung naik ke panggung dan mulai bersiap dengan alat kami masing-masing. Lagu pertama yang kami bawakan adalah “Like we used to” dari “A Rocket To The Moon”. Mula-mula tidak adam masalah dengan penampilan kami. Sebelum memasuki reff ke dua terjadi masalah yang cukup fatal. Tiba tiba microphone yang dipakai oleh vocalist mati. “deg” suara hati saya berdegup kencang karena takut akan terjadi masalah yang lebih besar. Dan betul juga karena terlalu gugup band pun kehilangan konsentrasi nya karena di soraki oleh penonton. Masalah semakin membesar mulai dari salah chord, tempo yang berantakan dan lain lain. Kami lewati lagu pertama dengan sangat buruk. Penonton tampak kecewa dengan kami.
            Selepas masalah tadi, kami tidak mau patah semangat. Pada lagu kedua kami bawakan lagu dari “Jhon Legend- All of me” yang pada saat itu sedang naik daun. Di lagu ini kemampuan saya bermain keyboard sangat berguna. Dentingan piano dan 4 suara teman saya yang berpadu membuat penonton antusias kembali. Suasana mellow pun tercipta seaka membius penonton untuk menyaksikan lebih dekat. Saya sangat senang karena bisa mengambil hati penonton kembali. Ketika turun dari panggung kami dihujani dengana tepuk tangan yang sangat meriah.

            Pengalaman yang berhaga saya dapatkan kala itu. Sebagai manusia, kita harus berjuang dan jangan menyerah dengan masalah yang ada. Berilah hal terbaik anda seakan itu lah hari terakhir anda. Berlatih lah dengan keras karena dengan berlatih kita bisa menjadi sempurna.