Kali Pertama
Disuatu pagi yang cerah, sekelompok
siswa SMP sedang berkumpul diluar kelas untuk mendengarkan informasi kepala
sekolah mengenai festival musik sekolahku. Setiap kelas memiliki siswa dengan
kemampuan musik yang unik. Guru seni pun memanggil nama-nama orang yang
dibutuhkan dan saya ikut terpanggil bersama lima teman saya. Ternyata siswa
yang dipanggil cukup banyak sehingga harus di seleksi lanjutan karena tidak
semua nya bisa ikut. Setelah para kontestan yang akan di seleksi terkumpul,
seleksi pun dimulai.
Tiba giliran
saya dipanggil oleh tim penyeleksi. Tim penilai menanyakan apa bakat saya. Saya
menjawabnya tanpa ragu bahwa saya bisa bermain keyboard. Saya pun langsung
unjuk kebolehan dengan bermain keyboard. Saya membawakan lagu “Fall For You”
dari band “Secondhand Saranade”. Setelah tampil, tim penilai memberikan
komentarnya. Tim penilai memberikan komentar yang cukup baik untuk saya dan
saya pun lulus seleksi.
Keesokan
harinya saya menanyakan kepada 5 teman saya yang ikut seleksi. Ternyata mereka
juga lolos. Tanpa pikir panjang kami pun langsung membuat band yang bernama
“Lifemate” . band ini beranggotakan 2 orang gitaris, seorang drummer,satu orang
sebagai basist,seorang sebagai vocalist dan saya sendiri sebagai keyboardis.
Setelah menyusun anggota band, kami mendiskusikan aliran musik apa yang akan di
ambil. Kami pun sepakat dengan aliran piano pop rock.
Hari pun
berjalan dengan cepat. Hari ini adalah hari bakat-bakat anak muda ditampilkan.
Terlihat lapangan sekolahku sudah mulai penuh dengan penonton dan alat-alat
musik sudah berjejer rapi siap dimainkan. Panitia pertunjukan mulai memeriksa
perangkat audio apakah ada masalah atau tidak. Tepat pukul 09.00 acara dimulai.
Acara festival kali ini dibuka oleh “Hijau Daun” dengan lagu andalannya “Suara
Dengarkan”. Penonton pun riuh dan bernyanyi bersama. Kini saatnya band pertama
tampil. Raut wajah gugup terlihat begitu mendominasi wajah mereka. Dengan
pembawaan yang apik, mereka dapat mengatasi masalah tersebut dan tampil dengan
luar biasa.
Band demi
band sudah tampil menghibur di acara festival ini. Kini saatnya band kami untuk
tampil. Tanpa ragu kami langsung naik ke panggung dan mulai bersiap dengan alat
kami masing-masing. Lagu pertama yang kami bawakan adalah “Like we used to”
dari “A Rocket To The Moon”. Mula-mula tidak adam masalah dengan penampilan
kami. Sebelum memasuki reff ke dua terjadi masalah yang cukup fatal. Tiba tiba
microphone yang dipakai oleh vocalist mati. “deg” suara hati saya berdegup
kencang karena takut akan terjadi masalah yang lebih besar. Dan betul juga
karena terlalu gugup band pun kehilangan konsentrasi nya karena di soraki oleh
penonton. Masalah semakin membesar mulai dari salah chord, tempo yang
berantakan dan lain lain. Kami lewati lagu pertama dengan sangat buruk.
Penonton tampak kecewa dengan kami.
Selepas
masalah tadi, kami tidak mau patah semangat. Pada lagu kedua kami bawakan lagu
dari “Jhon Legend- All of me” yang pada saat itu sedang naik daun. Di lagu ini
kemampuan saya bermain keyboard sangat berguna. Dentingan piano dan 4 suara
teman saya yang berpadu membuat penonton antusias kembali. Suasana mellow pun
tercipta seaka membius penonton untuk menyaksikan lebih dekat. Saya sangat
senang karena bisa mengambil hati penonton kembali. Ketika turun dari panggung
kami dihujani dengana tepuk tangan yang sangat meriah.
Pengalaman
yang berhaga saya dapatkan kala itu. Sebagai manusia, kita harus berjuang dan
jangan menyerah dengan masalah yang ada. Berilah hal terbaik anda seakan itu
lah hari terakhir anda. Berlatih lah dengan keras karena dengan berlatih kita
bisa menjadi sempurna.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar