Sabtu, 03 Desember 2016

Kali Pertama
            Disuatu pagi yang cerah, sekelompok siswa SMP sedang berkumpul diluar kelas untuk mendengarkan informasi kepala sekolah mengenai festival musik sekolahku. Setiap kelas memiliki siswa dengan kemampuan musik yang unik. Guru seni pun memanggil nama-nama orang yang dibutuhkan dan saya ikut terpanggil bersama lima teman saya. Ternyata siswa yang dipanggil cukup banyak sehingga harus di seleksi lanjutan karena tidak semua nya bisa ikut. Setelah para kontestan yang akan di seleksi terkumpul, seleksi pun dimulai.
            Tiba giliran saya dipanggil oleh tim penyeleksi. Tim penilai menanyakan apa bakat saya. Saya menjawabnya tanpa ragu bahwa saya bisa bermain keyboard. Saya pun langsung unjuk kebolehan dengan bermain keyboard. Saya membawakan lagu “Fall For You” dari band “Secondhand Saranade”. Setelah tampil, tim penilai memberikan komentarnya. Tim penilai memberikan komentar yang cukup baik untuk saya dan saya pun lulus seleksi.
            Keesokan harinya saya menanyakan kepada 5 teman saya yang ikut seleksi. Ternyata mereka juga lolos. Tanpa pikir panjang kami pun langsung membuat band yang bernama “Lifemate” . band ini beranggotakan 2 orang gitaris, seorang drummer,satu orang sebagai basist,seorang sebagai vocalist dan saya sendiri sebagai keyboardis. Setelah menyusun anggota band, kami mendiskusikan aliran musik apa yang akan di ambil. Kami pun sepakat dengan aliran piano pop rock.
            Hari pun berjalan dengan cepat. Hari ini adalah hari bakat-bakat anak muda ditampilkan. Terlihat lapangan sekolahku sudah mulai penuh dengan penonton dan alat-alat musik sudah berjejer rapi siap dimainkan. Panitia pertunjukan mulai memeriksa perangkat audio apakah ada masalah atau tidak. Tepat pukul 09.00 acara dimulai. Acara festival kali ini dibuka oleh “Hijau Daun” dengan lagu andalannya “Suara Dengarkan”. Penonton pun riuh dan bernyanyi bersama. Kini saatnya band pertama tampil. Raut wajah gugup terlihat begitu mendominasi wajah mereka. Dengan pembawaan yang apik, mereka dapat mengatasi masalah tersebut dan tampil dengan luar biasa.
           
            Band demi band sudah tampil menghibur di acara festival ini. Kini saatnya band kami untuk tampil. Tanpa ragu kami langsung naik ke panggung dan mulai bersiap dengan alat kami masing-masing. Lagu pertama yang kami bawakan adalah “Like we used to” dari “A Rocket To The Moon”. Mula-mula tidak adam masalah dengan penampilan kami. Sebelum memasuki reff ke dua terjadi masalah yang cukup fatal. Tiba tiba microphone yang dipakai oleh vocalist mati. “deg” suara hati saya berdegup kencang karena takut akan terjadi masalah yang lebih besar. Dan betul juga karena terlalu gugup band pun kehilangan konsentrasi nya karena di soraki oleh penonton. Masalah semakin membesar mulai dari salah chord, tempo yang berantakan dan lain lain. Kami lewati lagu pertama dengan sangat buruk. Penonton tampak kecewa dengan kami.
            Selepas masalah tadi, kami tidak mau patah semangat. Pada lagu kedua kami bawakan lagu dari “Jhon Legend- All of me” yang pada saat itu sedang naik daun. Di lagu ini kemampuan saya bermain keyboard sangat berguna. Dentingan piano dan 4 suara teman saya yang berpadu membuat penonton antusias kembali. Suasana mellow pun tercipta seaka membius penonton untuk menyaksikan lebih dekat. Saya sangat senang karena bisa mengambil hati penonton kembali. Ketika turun dari panggung kami dihujani dengana tepuk tangan yang sangat meriah.

            Pengalaman yang berhaga saya dapatkan kala itu. Sebagai manusia, kita harus berjuang dan jangan menyerah dengan masalah yang ada. Berilah hal terbaik anda seakan itu lah hari terakhir anda. Berlatih lah dengan keras karena dengan berlatih kita bisa menjadi sempurna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar